Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Demi Ballon d'Or, Balotelli Siap Bunuh Ronaldo dan Messi

Demi Ballon d'Or, Balotelli Siap Bunuh Ronaldo dan Messi


Striker Nice, Mario Balotelli merasa usahanya belum cukup besar untuk memenangkan Ballon d'Or. Untuk meraih gelar bergengsi itu, Balotelli ingin membunuh Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.


Ronaldo dan Messi selalu memenangkan Ballon d'Or dalam sembilan musim terakhir. Messi meraih lima gelar, sedangkan Ronaldo sudah memenangkannya sebanyak empat kali.



"Saya harus membunuh keduanya," kata Balotelli, dikutip dari media asal Italia, Brescia Oggi.


Balotelli tampil impresif sepanjang musim ini. Dia mencetak 15 gol dari 22 penampilan bersama Nice di Ligue 1. Namun, dia merasa usahanya itu tidak cukup untuk menyaingi Ronaldo dan Messi.



"Bila saya memikirkan hal yang sudah dilakukan sepanjang karier, semuanya belum cukup. Saya harus bekerja lebih keras lagi," ujar mantan pemain Liverpool itu.



Balotelli belum mau memikirkan masa depannya bersama Nice yang akan berakhir pada Juni mendatang. Dia malah berpikiran membela Palermo suatu hari nanti



"Di masa depan, saya ingin mengakhiri karier bersama tim di kota kelahiran saya. Namun tidak sekarang, karena saya masih muda," ucap Balotelli mengakhiri.


Sumber : http://bola.liputan6.com

Maverick Vinales: Ini seperti Mimpi...

Maverick Vinales: Ini seperti Mimpi...

Seputarmantan.com - Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales, meraih kemenangan beruntun pada dua seri pembuka MotoGP 2017, GP Qatar dan GP Argentina.

Dia memenangi balapan GP Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo, Minggu (9/4/2017). Dia finis hampir tiga detik di depan rekan satu timnya, Valentino Rossi, yang finis di urutan kedua.

"Tadi merupakan balapan yang sulit, sangat sulit. Saya memulai balapan dari posisi start keenam. Start saya tidak jelek dan saya bisa melewati pebalap-pebalap lain secepat mungkin, hingga berada di belakang Cal (Crutchlow)," kata Vinales setelah balapan.

Crutchlow memulai balapan dari posisi start ketiga dan akhirnya menyelesaikan balapan dengan finis di urutan yang sama.

Vinales mengaku sempat kesulitan untuk melewati Crutchlow. Dia baru berhasil melakukaannya pada lap ketiga. Setelah itu, dia fokus mengejar Marc Marquez (Repsol Honda) yang memimpin balapan.

"Saya berusaha 100 persen dan saya mendapatkan kecepatan seperti saat sesi pemanasan (Minggu pagi). Cal tetap di belakang saya dan sulit untuk lepas dari dia," ujar pebalap Spanyol tersebut.

Pada lap keempat, Vinales akhirnya memimpin balapan menyusul jatuhnya Marquez saat melewati tikungan 2. Perlahan Vinales mulai meninggalkan Crutchlow dan Rossi yang bersaing memperebutkan tempat kedua.

"Ini seperti mimpi dan sangat luar biasa. Saya harus berterima kasih kepada tim karena mereka bekerja sangat keras. Ini bukan hanya kemenangan saya, tetapi kemenangan tim karena meraka luar biasa," kata Vinales.

"Pada dua seri ini, kami sudah merasa kuat sejak Jumat (sesi latihan bebas), sejak putaran pertama, dan itu sangat penting," ujar pebalap 22 tahun tersebut.

Sejak ikut GP Argentina pada 2014, ini merupakan kali pertama Vinales bisa menang. Dari tiga balapan sebelumnya, dia jatuh dua kali (2014/Moto2 dan 2016/MotoGP).

"Jika dulu ada yang berkata bahwa saya akan bisa menang di Argentina, saya akan bilang tidak mungkin karena di Argentina saya selalu tidak beruntung, dan dari tiga balapan terakhir, saya jatuh dua kali," ujar Vinales.

Kini, Vinales membuktikan bahwa menang di Argentina bisa terjadi. Dia bahkan menjadi pebalap Yamaha pertama setelah Wayne Rainey (AS) pada 1990 yang bisa memenangi dua balapan pertama dalam satu musim.

Sumber : http://olahraga.kompas.com