Tampilkan postingan dengan label Buka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buka. Tampilkan semua postingan

Banyak Minum Saat Buka Puasa, Bisakah Terjadi Overhidrasi?

Banyak Minum Saat Buka Puasa, Bisakah Terjadi Overhidrasi?


Pada saat berpuasa, tubuh sama sekali tidak mendapatkan asupan cairan. Maka dari itu para ahli menyarankan agar kita mengonsumsi air yang cukup pada saat sahur dan berbuka.

Terkait hal tersebut beberapa orang mungkin beranggapan karena saat puasa tubuh membutuhkan cairan yang cukup banyak, maka konsumsi air pun harus lebih banyak lagi. Nah apakah hal tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami kelebihan cairan (overhidrasi)?

Saat ditemui di Sky Loft Restaurant, Hotel All Seasons Jakarta, Thamrin, Jakarta Pusat, baru-baru ini, dokter spesialis gizi klinik dr Dian Permatasari, MGizi, SpGK mengatakan bahwa overhidrasi pada orang yang sehat dan normal sebetulnya sangat jarang terjadi.

"Air disesuaikan saja dengan kebutuhan tubuh kita yaitu 30-40 miligram per kilogram berat badan per hari," imbuhnya.

Untuk memenuhi asupan cairan tubuh, cukup dengan mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas per hari tidak terkecuali pada saat puasa. Kebutuhan air putih per hari dapat tercukupi dengan formasi 2-4-2, yaitu 2 gelas pada saat berbuka, 4 gelas setelah berbuka sampai sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur.

Namun dr Dian mengingatkan kepada pasien sakit jantung dan pasien yang memiliki gangguan ginjal bahwa overhidrasi memang dapat terjadi pada mereka. Pada saat overhidrasi, kelebihan cairan yang masuk ke dalam tubuh akan membuat kandungan natrium dalam aliran darah berkurang.

Natrium berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan di luar dan di dalam sel tubuh manusia. Saat tubuh kekurangan natrium, maka cairan di luar sel akan masuk ke dalam sehingga menyebabkan sel membengkak.

"Kalau kebanyakan air bisa-bisa terendam, kemudian sesak napas. Kalau sesak napas ya bisa bengkak seluruh tubuh, akibatnya bisa meninggal," pungkasnya.

Oleh sebab itu, dr Dian menyarankan pasien sakit jantung dan pasien yang memiliki gangguan ginjal agar melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum berpuasa.


Sumber : https://health.detik.com

Buka Puasa, Jangan Langsung Makan Mi! Ini Bahayanya…

Buka Puasa, Jangan Langsung Makan Mi! Ini Bahayanya…

Tradisi berbuka puasa bersama (bukber) dengan teman-teman dan keluarga, biasanya lupa memerhatikan asupan gizi yang seimbang.
Hal ini, biasanya karena dipengaruhi sulitnya mendapatkan tempat berbuka puasa saat makan di restoran. Sehingga membuat seseorang, akhirnya menyantap menu seadanya, termasuk mi untuk berbuka.

Menurut Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Diah M. Utari, buka puasa paling baik dengan air putih, kurma, dan minuman manis lainnya. Kemudian bisa dilanjutkan dengan takjil. Jangan sampai berbuka puasa langsung makan mi ayam atau mi goreng dan olahan mi lainnya. 

"Jika mie ayam dimakan saat malam (misalnya setelah tarawih) tidak apa, namun jika berbuka langsung dengan mi ayam, dikhawatirkan pencernaan akan terkejut," ujar Diah kepada JawaPos.com, Sabtu (3/6).

Minuman yang manis saat berbuka menurutnya, bermanfaat agar tubuh segera mendapatkan energi. Kemudian dilanjutkan dengan snack atau takjil, setelah itu dilanjutkan dengan makan makanan utama. 

"Kunyah dengan perlahan agar pencernaan dapat bekerja dengan baik," jelasnya. 
Namun jika saat bukber terpaksa makan makanan sipa saji seperti junk food, Diah menyarankan agar nanti disisipi makan buah dan sayur.

"Tetap mengonsumsi buah dan sayur agar kebutuhan vitamin dan mineral tercukupi," katanya. 

Diah mengingatkan agar kebutuhan air putih selama puasa juga jangan dilupakan. Pada orang sehat adalah sekitar 2 liter air atau 8 gelas. Ketika berbuka, seseorang bisa minum 2 gelas air putih secara bertahap, jangan langsung minum 2 gelas. 

"Ketika malam, misalnya setelah tarawih kita bisa minum lagi 4 gelas.  Dan saat sahur, setidaknya minum 2 gelas," paparnya.
Sumber : http://www.jawapos.com